copyright @ x-one. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Dindaku Tertancap di Ruang Pengharapan


Dindaku Tertancap di Ruang Pengharapan

Dinda  . . . . .
Kenapa matahari tiba-tiba berubah menjadi awan gelap???
Badai menerjang ketika rembulan bersinar cerah
Tsunami menghantam ketika lautan sedang surut
Dinda . . . . .
Mustahil rasanya
Semuanya berubah dalam kedipan mata
Tak sanggup ku menerima ini semua
Pisau tajam t’lah menyayat hati kasihku
Ruang pengharapanku t’lah terbakar oleh api kecemburuan
Sikapmu t’lah menusuk ruang jantungku
Diam . . . . .
Hanya itu yang bisa kukatakan
Sembari menitikkan air mata
Bersimpuh di hadapan Sang Kuasa
“Ambil nyawaku, TUHAN”    *-*



By          :
X-One di hatinya
February, 9th 2011

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cintaku di Ujung Tebing


Cintaku di Ujung Tebing

Cinta . . .
Membuatku buta segalanya
Gajah di pelupuk mata pun tak tampak
Hanya seekor semut di ujung jalan yang terlihat olehku
Sungguh menyedihkan . . .
Air mata menititk di hadapan Sang Khaliq
Pikiran melayang tertuju padanya
Hati seakan terbuai oleh lembutnya awan
Namun , , ,
Awan hitam tiba-tiba datang
Menyapu indahnya hati dan cinta
Memutus tali kasih sayang
Sirna . . .
Hanya tersisa sebuah harapan
“Tebarkan bunga-bunga senyum di hati Kanda
Kembalilah, Sayang “



By          :
X-One di hatinya
January, 19th 2011

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Syair


Syair

Kutermenung dalam sepi
Berteman gejolak rasa dalam hati
Terlalu perih hati ini
Menahan luka sakit hati
Ku masih disini masih menanti
Jawaban cinta pujaan hati
Walau engkau tak pernah peduli
Akan cinta sepenuh hati



By          :
Dewi Ponco Wati
Tempuran, Pondok, Nguter
Sukoharjo
57571

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS